Minggu, 06 Maret 2011

Makalah Perkembangan Tahapan Manusia

Assalamu’alaikum Wr.Wb………..

TAHAPAN PERKEMBANGAN MANUSIA

ALLAH SWT. Menciptakan manusia dengan tubuh yang terdiri atas berjuta-juta sel. Sel yang berjuta-juta ini mulanya berasal dari 2 buah sel yang sangat kecil, yaitu sel telur dan sperma. Tahap awal perkembangan manusia diawali dengan peristiwa pertemuan/peleburan sel sperma dengan sel ovum yang dikenal dengan peristiwa FERTILISASI. dalam 1 kali ejakulasi, ada jutaan sperma yang di semprotkan, tapi hanya satu sperma saja yang masuk ke dalam tuba falopi dan membuahi sel telur yang menunggunya di sana. Fertilisasi akan menghasilkan sel individu baru yang disebut dengan zygote dan akan melakukan pembelahan diri/pembelahan sel (cleavage) kemudian akan bergerak menuruni saluran telur  menuju rahim (uterus) dan mengalami implantasi yaitu penempelan di dinding rahim yang nantinya akan menjadi tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio menjadi janin di dalam rahim ibu.

Tahapan pertumbuhan dan perkembangan embrio / manusia dibedakan menjadi 2 tahap yaitu :
1.       Fase Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk betina.
Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage).





Cell Division

 






3 tahapan fase embrionik yaitu :
a.       Morula
Ø      Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat.
Ø      Morulasi yaitu proses terbentuknya morula






b.      Blastula
Ø      Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan.
Ø      Implantation and HCGBentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan.
Ø      Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel.
Ø      Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula.




c.       Gastrula
Ø      Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh.
Ø      Gastrulasi yaitu proses pembentukan gastrula.

Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup (hewan dan manusia). Organ yang dibentuk ini berasal dari  masing-masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula.
Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup.

Pertumbuhan dan perkembangan manusia
Setelah peristiwa fertilisasi, zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses  fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan HCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan.
HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal, membuat proses kehamilan jadi berlanjut.
Janin akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu :
1.       Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk  melindungi embrio dari guncangan.
2.       Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
3.       Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai  pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2,  termasuk zat sisa dan CO2.
4.       Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat munculnya pembuluhdarah yang pertama.







Janin
Tahapan perkembangan pada masa embrio

                              ü            Bulan pertama   : Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.
                              ü            Bulan kedua      : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago).  Embrio berukuran 4 cm.
                              ü            Bulan ketiga      : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.
                              ü            Bulan keempat  : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.
                              ü            Bulan kelima     : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan  menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).
                              ü            Bulan keenam   : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)
                              ü            Bulan ketujuh    : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.
                              ü            Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram.
                              ü            Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.

2.       Fase Pasca Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup setelah masa embrio,  terutama penyempurnaan alat-alat reproduksi  setelah dilahirkan.
Pada fase ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi biasanya hanya peningkatan ukuran bagian-bagian tubuh dari makhluk hidup. Kecepatan pertumbuhan dari masing-masing makhluk hidup berbeda-beda satu dengan yang lain. Setelah lahir disebut dengan nama bayi dan memasuki masa neonatal.
Fase ini memiliki beberapa tahap yaitu :
Masa bayi
Bayi  dengan  usia 1 – 12 bulan.
bayi 1 bulan                         bayi 9 bulan
Usia 1 bulan                              Usia 9 bulan

Masa Balita
Balita merupakan kependekan dari anak usia di bawah lima
tahun. Masa balita merupakan tahap pertumbuhan anak mulai dari
bayi sampai usia 5 tahun.
Balita, dibagi lagi menjadi 2 yaitu batita dengan usia 1-3 tahun dan balita 3-5 tahun.

batita    balita             pic2
Batita                                          Balita

Masa Anak-anak
. Anak-anak dengan usia 6 – 12 tahun
Tahapan berikutnya setelah masa balita adalah masa anak-anak, yaitu
usia 6 tahun hingga 10 tahun. Pada masa anak-anak, pertumbuhan fisik dan
mental mulai meningkat. Pertumbuhan meliputi tinggi badan, berat badan
disertai perkembangan koordinasi otot-otot, dan kemampuan mental.
Kemampuan menulis, membaca, dan beralasan telah berkembang pada
masa anak-anak. Anak pada masa ini telah dapat membedakan tindakan baik dan buruk.

anak-anak                       EHD Morph
Anak-anak
Masa Remaja
remajaRemaja dengan usia 13 – 17 tahun
Pertumbuhan dan perkembangan pada masa ini disebut adolesens/akil balig.
Masa remaja atau masa puber, merupakan masa penghubung antara masa
anak-anak dengan dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan pada masa remaja
sangat pesat, baik fisik maupun psikologis. Perkembangan yang pesat ini
berlangsung pada usia 11–16 tahun pada laki-laki dan 10–15 tahun pada
perempuan. Anak perempuan lebih cepat dewasa dibandingkan anak laki-laki.
Pada masa pubertas mulai ada rasa tertarik terhadap lawan jenisnya.
Pesatnya perkembangan pada masa puber dipengaruhi oleh hormon seksual.                Remaja
Organ-organ reproduksi pada masa puber telah mulai berfungsi. Salah satu ciri
masa pubertas adalah mulai terjadinya menstruasi pada perempuan. Adapun pada
laki-laki mulai mampu menghasilkan sperma. Ciri-ciri perubahan tubuh pada masa
remaja dapat dibedakan menjadi ciri kelamin primer dan ciri kelamin sekunder.

Siklus menstruasi


 
















1. Ciri-ciri kelamin primer
a. Mulai berfungsinya organ reproduksi
Organ reproduksi pada laki-laki (testis) mulai berfungsi menghasilkan
hormon testosteron. Testosteron berfungsi merangsang testis untuk
menghasilkan sperma.
Organ reproduksi pada perempuan (ovarium) mulai memproduksi
hormon estrogen dan progesteron. Hormon ini memengaruhi perkembangan
organ reproduksi perempuan. Selain itu, juga memengaruhi
ovulasi, yaitu pematangan sel telur dan pelepasan sel telur dari ovarium.
b. Laki-laki mengalami mimpi basah dan perempuan mengalami
menstruasi
Seiring dengan produksi sperma yang meningkat, pada anak lakilaki
terjadi mimpi basah. Mimpi basah pertama dapat dijadikan tanda
bahwa seorang laki-laki telah akil balig.
Organ reproduksi yang telah aktif pada anak perempuan ditandai
dengan terjadinya menstruasi. Ketika memasuki masa pubertas, indung
telur (ovarium) pada perempuan mulai aktif dan mampu menghasilkan
sel telur (ovum).
2. Ciri-ciri kelamin sekunder
Ciri-ciri kelamin sekunder berupa perubahan fisik, terjadi pada laki-laki
dan perempuan. Ciri-ciri kelamin sekunder pada perempuan, antara lain
payudara tumbuh membesar, tumbuhnya rambut di ketiak dan di sekitar alat
kelamin, serta membesarnya panggul. Ciri-ciri kelamin sekunder anak lakilaki
adalah tumbuhnya kumis dan jambang,suara memberat, tumbuhnya rambut di ketiak dan
di sekitar alat kelamin, serta dada menjadi lebih bidang.
Agar lebih mudah memahami perbedaan perkembangan ciri-ciri kelamin
sekunder anak laki-laki dan perempuan, perhatikan tabel berikut ini!

dewasaMasa Dewasa
Dewasa dengan usia 18 – 50 tahun
Tubuh manusia mencapai puncak pertumbuhan dan perkembangan
sempurna pada usia kurang lebih 20 tahun. Pada masa tersebut otot-otot dan
otak telah mencapai kekuatan maksimal. Perkembangan cara berpikir telah
matang. Demikian juga emosinya. Organ reproduksi pada masa dewasa telah
berkembang dengan sempurna.                                                            Dewasa


manula
 



Masa Tua (Manula)
Manula dengan usia diatas 50 tahun


Manula
 
 



Ketika manusia memasuki usia 40 sampai 50 tahun mulai terjadi banyak
perubahan pada tubuh. Pada masa tua organ-organ tubuh mengalami penurunan
fungsi karena proses penuaan. Penurunan fungsi organ tubuh antara lain
persendian menjadi kaku, tulang menjadi lemah, lensa mata mengeras, dan kulit
kehilangan elastisitasnya. Selain itu, juga terjadi pengurangan kepekaan alat indera,
baik pendengaran, penglihatan, maupun peraba. Orang yang sudah tua lebih
cepat letih, reaksinya semakin lamban, dan daya tahan terhadap penyakit semakin
lemah. Meskipun demikian, perubahan ini terjadi sangat lambat sehingga orang
tidak menyadarinya selama bertahun-tahun.

Masing-masing tahapan mempunyai ciri dan karakteristik tersendiri yang merupakan ciri khas yang dapat dijadikan pertanda.

Itulah penjelasan tahapan perkembangan manusia mulai dari pembuahan hingga lanjut usia.





            Wassalamu’alaikum Wr.Wb…………..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar